Lewati ke konten utama
November 5, 2026Tim Redaksi Berita.Indotrenesia.com
Berita.Indotrenesia
Home›Nasional›Artikel
Nasional

Erupsi Anak Krakatau: Kampus Diimbau Terapkan Daring

September 6, 2026 · Tim Redaksi Berita.Indotrenesia.com
Erupsi Anak Krakatau: Kampus Diimbau Terapkan Daring

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengeluarkan imbauan penyesuaian metode pembelajaran bagi perguruan tinggi yang terdampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Kampus-kampus di wilayah terdampak diminta segera memindahkan proses perkuliahan dari tatap muka menjadi pembelajaran secara daring maupun skema hybrid.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan menyampaikan langkah penyesuaian ini difokuskan untuk meminimalkan risiko kesehatan bagi seluruh sivitas akademika. Kebijakan perkuliahan dari rumah diharapkan dapat membatasi mobilitas mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan di ruang terbuka selama sebaran material vulkanik masih berlangsung.

Opsi Pembelajaran Daring dan Skema Hybrid

Dalam imbauannya, Fauzan menekankan pentingnya fleksibilitas dari pihak pengelola perguruan tinggi dalam merespons kondisi darurat bencana alam. Kampus yang terimbas sebaran abu dapat memilih opsi perkuliahan daring penuh atau mengombinasikannya melalui metode hybrid sesuai kesiapan infrastruktur masing-masing instansi.

Langkah penyesuaian sistem belajar mengajar ini dirancang agar kegiatan akademik tetap dapat berjalan tanpa mengorbankan keselamatan. Perguruan tinggi diminta memantau perkembangan situasi di wilayahnya guna menentukan durasi penerapan perkuliahan jarak jauh tersebut.

Langkah Pengurangan Aktivitas Luar Ruangan

Paparan abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau membawa bahaya potensial bagi pernapasan dan kesehatan fisik. Oleh karena itu, imbauan kementerian ini diprioritaskan sebagai tindakan preventif untuk mengurangi paparan langsung udara tercemar material erupsi di lingkungan kampus.

Dengan memindahkan pusat aktivitas pembelajaran ke rumah masing-masing, diharapkan interaksi fisik di luar ruangan dapat ditekan secara signifikan. Pihak kementerian mengimbau seluruh sivitas akademika pada perguruan tinggi terdampak untuk mengutamakan perlindungan diri dan mematuhi arahan keselamatan yang berlaku.

Sumber referensi: Sindikasi news.okezone.com — Baca sumber