Lewati ke konten utama
November 5, 2026Tim Redaksi Berita.Indotrenesia.com
Berita.Indotrenesia
Home›Internasional›Artikel
Internasional

Menhan AS Pete Hegseth Pecat Jenderal Senior Pentagon Terkait Perang Iran

Oktober 30, 2026 · Tim Redaksi Berita.Indotrenesia.com
Menhan AS Pete Hegseth Pecat Jenderal Senior Pentagon Terkait Perang Iran

Keputusan penting diambil oleh pimpinan tertinggi pertahanan Amerika Serikat terkait keamanan internal militer. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, secara resmi mencopot Letnan Jenderal Brett Sylvia dari posisi strategisnya di lingkungan militer.

Pencopotan Letnan Jenderal Brett Sylvia di Markas Besar

Dalam keputusan yang diambil, Letnan Jenderal Brett Sylvia harus melepaskan jabatannya sebagai Direktur Strategi, Perencanaan, dan Kebijakan di Kepala Staf Gabungan. Langkah administratif dan disipliner ini diumumkan langsung menyusul temuan internal yang melibatkan perwira tinggi tersebut.

Jabatan strategis yang diemban Sylvia di Kepala Staf Gabungan merupakan salah satu posisi krusial dalam merumuskan arah kebijakan militer Amerika Serikat. Pencopotan ini langsung mengubah peta komando di tingkat operasional perencanaan pertahanan.

Dugaan Kebocoran Informasi Rahasia Operasi Militer

Dasar penjatuhan sanksi pencopotan tersebut bermula dari dugaan pelanggaran berat terkait pembocoran data sensitif. Berdasarkan keterangan resmi, Sylvia diduga membocorkan informasi rahasia kepada pihak media.

Bahan informasi yang diduga disebarkan tersebut mencakup dua isu geopolitik utama yang tengah menjadi perhatian global. Pertama, rincian intelijen mengenai perang Iran. Kedua, dokumen atau keterangan rahasia yang berkaitan dengan konflik antara Rusia dan Ukraina.

Tindakan membocorkan dokumen pertahanan kepada publik atau media tanpa izin dipandang sebagai ancaman serius terhadap keamanan nasional serta rantai komando militer di Pentagon. Hingga kini, proses lanjutan mengenai penanganan kasus ini terus berjalan di bawah pengawasan otoritas pertahanan Amerika Serikat.

Sumber referensi: Sindikasi economy.okezone.com — Baca sumber