Ketergantungan tinggi terhadap pasokan energi dari negara-negara Teluk menempatkan kawasan Asia Selatan dalam posisi rentan seiring berkecamuknya perang yang melibatkan Iran. Kebutuhan minyak dan gas dari kawasan Teluk selama ini menjadi penopang utama konsumsi energi harian di wilayah tersebut.
Ketergantungan Impor Energi dari Negara Teluk
Kawasan Asia Selatan secara historis mencatatkan ketergantungan yang sangat besar terhadap impor energi dari kawasan Teluk. Bahkan sebelum eskalasi militer yang melibatkan Iran terjadi, negara-negara di wilayah ini telah menghadapi tantangan berat dalam mengamankan pasokan energi domestik mereka.
Kebutuhan pasokan dari luar negeri tersebut mencakup empat negara utama di kawasan Asia Selatan, yaitu:
- India, sebagai salah satu konsumen energi terbesar di Asia.
- Pakistan, yang mengandalkan impor pasokan energi secara berkelanjutan.
- Bangladesh, dengan konsumsi energi nasional yang terus berkembang.
- Nepal, yang turut bergantung pada jalur distribusi energi kawasan.
Dampak Kerentanan Energi bagi 23 Persen Populasi Dunia
Ancaman terhadap pasokan energi dari Teluk memiliki implikasi serius mengingat tingginya kepadatan penduduk di Asia Selatan. Secara keseluruhan, gabungan populasi India, Pakistan, Bangladesh, dan Nepal mencapai hampir dua miliar jiwa.
Jumlah tersebut mewakili sekitar 23 persen dari total populasi dunia. Kerentanan energi yang dihadapi oleh hampir seperempat penduduk bumi ini berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi dan konsumsi energi di seluruh kawasan Asia Selatan jika jalur pasokan dari negara-negara Teluk terganggu akibat perang.

