Tim kuasa hukum Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lawai secara resmi meminta kepolisian untuk mengedepankan transparansi dalam menangani perkara hukum yang merenggut nyawa klien mereka. Penanganan tersebut difokuskan sepenuhnya pada pengungkapan fakta-fakta pidana yang berkaitan dengan peristiwa penganiayaan berat tersebut.
Desakan Transparansi Bukti Fisik
Ketua Tim Kuasa Hukum Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lawai, Ardy Mbalembout, menyatakan bahwa pihaknya menuntut penyidik kepolisian agar bekerja secara terbuka. Langkah pembuktian dinilai krusial untuk memastikan penegakan hukum berjalan objektif tanpa ada informasi yang ditutup-tutupi.
Dalam pernyataannya, pihak kuasa hukum menegaskan sikap tegas untuk tidak langsung mempercayai atau menerima begitu saja setiap keterangan lisan yang disampaikan oleh penyidik. Seluruh proses penyelidikan dan penyidikan harus dibuktikan melalui kecocokan dengan temuan materiil di lapangan.
Permintaan Pembukaan Rekaman CCTV TKP
Salah satu poin utama yang menjadi tuntutan pihak keluarga dan kuasa hukum adalah keharusan penyidik untuk membuka rekaman kamera pengawas atau CCTV di lokasi kejadian perkara. Bukti petunjuk visual tersebut dianggap sangat menentukan untuk melihat secara utuh urutan kejadian yang memicu kematian korban.
Dengan dibukanya rekaman CCTV secara terang benderang, seluruh pihak dapat melihat fakta objektif tanpa keraguan. Tim kuasa hukum berharap kepolisian segera memenuhi permintaan tersebut demi tercapainya keadilan substantif dalam penanganan perkara dugaan pembunuhan ini.

