Aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang membentang di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali menunjukkan peningkatan. Pada Rabu (30/9/2026) sore, gunung api aktif tersebut mencatatkan peluncuran awan panas guguran sebanyak tiga kali berturut-turut dalam durasi singkat sekitar 10 menit.
Arah Luncuran dan Jarak Jangkau Material
Seluruh runtuhan awan panas terpantau meluncur tajam ke arah barat daya. Hasil pengamatan mengonfirmasi bahwa guguran material vulkanik tersebut bergerak menuju kawasan hulu dua aliran sungai utama, yakni Kali Sat dan Kali Putih.
Jarak luncur maksimum awan panas guguran pada rentetan kejadian sore ini tercatat mencapai 2.000 meter atau 2 kilometer dari puncak erupsi.
Potensi Ancaman di Sektor Barat Daya
Rentetan guguran yang terjadi dalam kurun waktu 10 menit ini mempertegas dinamika pelepasan material dari kubah lava di sektor barat daya. Hulu Kali Sat serta Kali Putih menjadi jalur perlintasan langsung endapan material bertekanan dan bersuhu tinggi tersebut.
Mengingat jarak jangkau material yang relatif jauh hingga 2 kilometer, alur sungai yang berhulu di wilayah barat daya Gunung Merapi menjadi titik krusial yang memerlukan kewaspadaan terhadap potensi paparan bahaya vulkanik.

