Lewati ke konten utama
November 4, 2026Tim Redaksi Berita.Indotrenesia.com
Berita.Indotrenesia
Home›Ekonomi›Artikel
Ekonomi

Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026: Tumbuh 5,2 Persen Ditopang Konsumsi

November 3, 2026 · Tim Redaksi Berita.Indotrenesia.com
Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026: Tumbuh 5,2 Persen Ditopang Konsumsi

Laju perekonomian nasional diprediksi mampu mencatatkan tren positif dalam beberapa tahun ke depan. Berdasarkan kajian lembaga keuangan internasional, aktivitas domestik masih memegang kendali utama dalam menjaga stabilitas makro.

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026

Chief Economist & Head OCBC Group Research, Selena Ling, menyampaikan proyeksi bahwa perekonomian Indonesia dapat tumbuh hingga 5,2 persen sepanjang 2026. Angka ini merefleksikan optimisme terhadap ketahanan pasar domestik di tengah dinamika eksternal yang terus berubah.

Dalam pandangan lembaga tersebut, ketahanan ini tidak terlepas dari peran krusial sektor dalam negeri yang selama ini menjadi fondasi utama aktivitas bisnis dan perdagangan nasional.

Motor Penggerak Utama: Konsumsi dan Investasi

Kinerja perekonomian nasional pada periode tersebut akan disokong secara langsung oleh dua komponen penting. Konsumsi rumah tangga bersama dengan arus penanaman modal atau investasi diproyeksikan tetap menjadi penggerak utama penopang aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Kombinasi antara daya beli masyarakat dan masuknya modal investasi dinilai cukup kuat untuk menjaga momentum ekspansi bisnis di berbagai sektor industri dalam negeri.

Menghadapi Tantangan Global

Proyeksi pertumbuhan di level tersebut berjalan di tengah lanskap internasional yang penuh tantangan. Dinamika ketidakpastian perdagangan internasional serta kondisi sektor keuangan global menjadi variabel yang terus dicermati para pelaku pasar.

Kendati demikian, fokus pada penguatan pasar domestik melalui konsumsi dan investasi diyakini mampu menjadi perisai bagi ketahanan ekonomi nasional menghadapi tekanan dari luar negeri sepanjang tahun tersebut.

Sumber referensi: Sindikasi news.okezone.com — Baca sumber