Lewati ke konten utama
November 5, 2026Tim Redaksi Berita.Indotrenesia.com
Berita.Indotrenesia
Home›Ekonomi›Artikel
Ekonomi

Kementan Gaet BRIN dan UGM Pacu Ekspor Hortikultura

September 13, 2026 · Tim Redaksi Berita.Indotrenesia.com
Kementan Gaet BRIN dan UGM Pacu Ekspor Hortikultura

Kementerian Pertanian (Kementan) menjalin kolaborasi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menggenjot volume ekspor sektor hortikultura. Langkah lintas lembaga ini dirancang untuk memperkuat rantai pasok pertanian nasional agar mampu memenuhi standar pasar internasional.

Sinergi antara pembuat kebijakan, lembaga riset, dan institusi pendidikan tinggi tersebut menargetkan peningkatan daya saing komoditas lokal. Kementan memosisikan kepakaran riset dari BRIN dan UGM sebagai fondasi utama dalam membenahi tata kelola produksi hortikultura dari hulu hingga hilir.

Fokus Penguatan Teknologi Pascapanen

Dalam skema kerja sama ini, prioritas utama diarahkan pada akselerasi program hilirisasi serta penerapan teknologi pascapanen. Penanganan pascapanen yang presisi menjadi krusial untuk menjaga mutu fisik, daya tahan, dan higienitas produk hortikultura selama proses distribusi jarak jauh.

Pemanfaatan teknologi pascapanen yang tepat diharapkan dapat meminimalkan tingkat kerugian hasil panen (*loss rate*) sekaligus memberikan nilai tambah pada komoditas ekspor. Langkah hilirisasi ini juga ditujukan agar komoditas yang dikirim ke luar negeri memiliki standar olahan yang sesuai dengan preferensi pembeli di tingkat global.

Tantangan Mutu dan Penetrasi Pasar Global

Pasar internasional menerapkan kriteria ketat terkait keamanan pangan dan kesegaran produk hortikultura. Keterlibatan BRIN dan UGM diharapkan membantu mengatasi tantangan teknis yang selama ini menghambat penetrasi komoditas hortikultura Indonesia di mancanegara.

Meski komitmen kolaborasi telah disepakati, rincian mengenai jenis komoditas spesifik yang diprioritaskan serta target nilai ekspor secara kuantitatif belum dibeberkan dalam rilis resmi. Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada implementasi teknologi riset di tingkat petani serta kesiapan infrastruktur pendukung di lapangan.

Sumber referensi: Finance – Detikcom — Baca sumber