Proyeksi Devisa Sektor Pertambangan
Pemerintah menetapkan target nilai ekspor produk olahan nikel mencapai lebih dari USD45 miliar pada 2026. Berdasarkan asumsi kurs sebesar 17.940, angka tersebut setara dengan Rp807 triliun.
Target ambisius ini dipatok menyusul tren positif dari penerapan kebijakan hilirisasi komoditas tambang di dalam negeri. Langkah tersebut dinilai terbukti mendongkrak performa pengiriman produk olahan nikel secara signifikan ke pasar global.
Transformasi Nilai Jual Melalui Hilirisasi
Lonjakan kinerja pengapalan komoditas ini tidak lepas dari transformasi besar yang terjadi dalam satu dekade terakhir. Pada periode 2017 hingga 2018, nilai pengiriman luar negeri produk nikel masih berada di kisaran USD3,3 miliar.
Kebijakan pengolahan mineral di dalam negeri kemudian mengubah peta perdagangan secara drastis. Catatan pemerintah menunjukkan nilai pengapalan luar negeri melonjak hingga menembus angka lebih dari USD40 miliar menjelang penutupan tahun 2025.
Akselerasi Menuju Tahun 2026
Pencapaian pada 2025 menjadi landasan utama bagi kementerian terkait untuk mengejar target lanjutan pada tahun berikutnya. Akumulasi pertumbuhan dari pengolahan bijih mentah menjadi barang setengah jadi dan jadi di dalam negeri memperkuat posisi tawar Indonesia.
Dengan proyeksi yang melampaui USD45 miliar pada 2026, sektor pertambangan diharapkan terus memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan devisa negara di tengah dinamika ekonomi global.

